Yang pada akhirnya terpilih menjadi eksekutor penakluk kota Konstatinopel, sebuah cita yang juga selalu tersemat pada generasi-generasi sebelumnya, dengan azzam terus mengokoh kuat, berharap mereka yang tersebut dalam ucapan indah Sang Junjungan tercinta , yang tercetus 800 tahun berbilang di belakang.
" Konstantinopel akan ditaklukkan oleh Islam.Pemimpinnya adalah sebaik - baik Pemimpin, dan prajuritnya adalah sebaik - baik Prajurit ".
Selalu ikut merinding dan bergetar kalau mendengar ini...
Nah, berkisah tentang Al Fatih, juga berkisah kepada anak -anak tentang kegemilangan Peradaban Islam yang begitu sempurna memadukan Iman, Akhlak dan Ilmu ; itu pula ikhtiar kami menjadikan mereka generasi peradaban selanjutnya.
Salah satunya; untuk memotivasi mereka siap menjadi generasi peradaban itu adalah memfasilitasinya dengan ragam pengetahuan tentangnya bersama buku Ensiklopedi Peradaban Islam ini.
Buku ini pula yang semakin menguatkan keinginan si sulung esok menjejakkan kaki di salah satu bumi peradaban, untuk meneruskan pencarian ilmu di universitas tertua dan terbaik di dunia yang kaya dengan khazanah keIlmuan Islam.
Buku ini pula yang memantik semangat " jagoan cilik kami " , si tengah untuk mencari tahu lebih jauh tentang kota Peradaban yang pernah menjadi mercusuar ilmu dunia dengan kekayaan literasinya yang diakui mengubah dunia dari zaman kegelapan menjadi zaman keemasan, bahkan juga diadopsi sempurna oleh musuh-musuh Islam hingga hari ini . Berharap esok, dialah Thariq bin Ziyad, Muhammad Al Fatih berikutnya.
Zaheed suka baca buku ini ?
Padahal, dengan tipe pembelajar audio dan kinestetik seperti dia, duluuu..perjuangan membuat dia "mau membaca " sendiri itu super duper ekstra, lho.
Alhamdulillahnya, dimasa-masa menanamkan kecintaan membaca mereka dulu, kami terbantu dengan buku-buku yang di format secara unik, kreatif dan bikin anak -anak perlahan tertarik membaca sendiri .
Bukan sekedar membaca buku khas anak-anak lagi, tapi buku-buku " berat " pun mereka lahap.
Dan, ketika zaheed sudah terbiasa bangun di 1/3 malam, kemudian ditambah aktifitasnya membaca buku , maka itu menjadi pemandangan dinihari di rumah menjadi lebih syahdu.
Pernah dalam satu waktu itu, jilid Andalusia dia nikmati hingga tuntas.
Umminya mah udah ga sanggup melahap dalam sekejap...
:)Selesai ? Trus ngak baca2 lagi ?
Eeh....ternyata, dia masih terus membaca setiap jilid dari EPI ini di waktu-waktu berbeda, berulang-ulang. Kadang pulang sekolah, mau tidur, sambil main mobil-mobilan, sambil dengerin murattal, atau lainnya ( multitasking kan? Hehehe)
Nggak bosenin ?
Hmm...kalau lihat Za dan zaheed yang selalu membacanya, nggak bikin bosen kok..
Bahkan katanya...makin asyik dibaca , makin semangat.
Coba buktiin yuuk....bacanya pake ikhlas dan semangat pastinya
:P
Nah...jilid favorit mereka itu adalah Mekkah, Madinah, Andalusia, Istanbul, Kairo, Yerusalem, Baghdad, Persia, China Muslim...
Lhaaa...semuanya ya..? Hihihi
Iyaaa...memang semua jadi favoritnya nih...gimana dong ?
Hmmm....pokoknya,walau buku ini masuk kategori buku ensiklopedi " serius " , bacaan berat, tetap aja bisa di baca anak-anak. Berarti bukunya memang menarik , kan ?
:)
Nah, pastinya juga akan semakin menarik dan tambah asyik , kalau ayah bundanya bisa menggunakan media visual kreatif dan inovatif, sebagai tambahan penjelas yang semakin merangsang anak untuk membaca terus, dan terus.
Jangan lupa....ajak diskusi ringan dan menyenangkan tentang apa yang mereka baca.
Karena , kunci membaca buku dengan cerdas di usia emas anak-anak adalah mengajak mereka untuk bisa mengungkapkan apa yang sudah dibaca dengan diskusi hangat dan menyenangkan bersama ayahbundanya.
Selamat Membaca...
Selamat berjuang bersama mewujudkan Generasi Emas Peradaban Islam Gemilang...
- fitry ummuza - Rumah Cahaya
Lhaaa...semuanya ya..? Hihihi
Iyaaa...memang semua jadi favoritnya nih...gimana dong ?
Hmmm....pokoknya,walau buku ini masuk kategori buku ensiklopedi " serius " , bacaan berat, tetap aja bisa di baca anak-anak. Berarti bukunya memang menarik , kan ?
:)Nah, pastinya juga akan semakin menarik dan tambah asyik , kalau ayah bundanya bisa menggunakan media visual kreatif dan inovatif, sebagai tambahan penjelas yang semakin merangsang anak untuk membaca terus, dan terus.
Jangan lupa....ajak diskusi ringan dan menyenangkan tentang apa yang mereka baca.
Karena , kunci membaca buku dengan cerdas di usia emas anak-anak adalah mengajak mereka untuk bisa mengungkapkan apa yang sudah dibaca dengan diskusi hangat dan menyenangkan bersama ayahbundanya.
Selamat Membaca...
Selamat berjuang bersama mewujudkan Generasi Emas Peradaban Islam Gemilang...
- fitry ummuza - Rumah Cahaya